Header Ads


Breaking News

Gelar Tablig Akbar Dan Deklarasi KOPASSANDI,Prabowo Hadiri,Berikut Kata Sambutanya



PORTALINDO.CO.ID, JAKARTA - Mengenakan kaca mata hitam, baju krem, dilengkapi peci. Sepintas Prabowo Subianto mirip gaya Bung Karno.

Di depan orang-orang berkopiah putih, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018), calon presiden nomor urut 02 itu, membawakan pidato berapi-api.


"Saya akan bekerja untuk beliau (Habib Rizieq) kembali dan jika saya presiden nanti, maka saya akan jemput beliau kembali, sekalian umrah saya akan bawa pulang beliau kembali ke tanah air," kata Prabowo saat menghadiri acara Tablig Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Kopassandi).

pernyataan Prabowo soal akan menjemput Habib Rizieq, disambut pekik takbir para hadirin. Dia mengatakan, umat muslim di Indonesia sangat menjaga keharmonisan dan kerukunan antar-umat beragama dan mengedepankan nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya.

"Bangsa Indonesia mayoritas Islam, tapi bukan berarti Islam di bangsa kita mengancam bangsa lain dan anti-Pancasila. Saya kenal tokoh-tokoh ini, bahwa mereka cinta NKRI dan tadi kita menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dan saya telah buktikan, bahwa diri saya sangat Pancasilais dengan mempertaruhkan jiwa dan raga saya. Saya disumpah untuk terus berjuang dan mempertahankan NKRI di atas nilai-nilai Pancasila," ungkap Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu menjelaskan, dirinya maju bersama Sandiaga Salahuddin Uno bukan karena haus akan kekuasaan maupun ambisi semata. Ia menjelaskan bahwa tekadnya untuk maju pada Pilpres 2019 ini hanya untuk berjuang menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya memiliki dua tugas untuk maju pada Pemilu 2019 ini. Yang pertama itu untuk menghilangkan kemiskinan dan yang kedua untuk menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, saya akan berjuang untuk kalian untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Saya dan Saudara Sandi hanya alat untuk memperjuangkan hal tersebut. Intinya adalah bahwa perubahan harus datang jika kita mau selamat dan perubahan pasti akan datang," tegas eks Danjen Kopassus itu.(Guntur)

Tidak ada komentar