Header Ads


Breaking News

Bali Akan Bangun Pusat Studi Mangrove, Ini Persiapan yang Sudah Dilakukan Gubernur Wayan 



PORTALINDO.CO.ID, DENPASAR - Wacana ini dikeluarkan Gubernur Bali, I Wayan Koster seusai menghadiri sidang Paripurna DPRD Bali pada Selasa, (06/11/2018) pagi.

Kawasan yang akan dijadikan pusat studi mangrove di antaranya kawasan Tanah Hutan Rakyat (Tahura) termasuk di Teluk Benoa.

Kawasan tersebut, kata Koster, dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), namun yang akan mengelola kedepannya adalah Provinsi Bali melalui unit pelaksana.


"Saya sudah bicara dengan Menteri Kehutanan waktu acara lingkungan hidup sedunia. Beliau sangat mendukung, bahkan bapak presiden juga mengarahkan seperti itu," terangnya.

Hal ini juga dikerjasamakan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan KLHK dengan membentuk berupa desain taman mangrove sehingga nantinya dijadikan sebagai pusat studi dapat terlihat


Proses ini akan segera dilaksanakan, hanya saja tinggal pembuatan konsep taman mangrove

Sebelumnya pada Senin, (05/11/2018), Koster melakukan pertemuan dengan DLHK guna membahas kondisi hutan mangrove di Bali.

Koster memparkan, digunakannya hutan mangrove sebagai pusat studi dengan peruntukan taman ini sebagai upaya konservasi.

Menurutnya, selama ini kondisi hutan mangrove sudah sangat memperihatinkan.


"Sekarang kan mangrovenya sudah rusak, yang gundul juga banyak, udah gitu dikotorin ngga rapi. Kemudian yang nyerobot juga banyak. Karena itu ada pemikiran mangrove itu akan dikelola dijadikan taman," paparnya.

Pembahasan mengenai hal ini, kata Koster, belum sampai pada tahap final, namun akan segera dikerjakan dengan harapan mangrove nantinya bisa lestari sehat dan bisa diberdayakan.


Bagi mangrove yang mati nantinya akan ditanami kembali dan juga akan dibersihkan karena di lokasi tersebut banyak polusi dikarenakan banyaknya sampah yang masuk.

Selain itu bangunan-bangunan liar atau ilegal yang ada di sekitaran lokasi juga akan ditertibkan serta nantinya akan terdapat jogging track sehingga bisa digunakan oleh masyarakat. (Titus.Y)

Tidak ada komentar