Header Ads


Breaking News

Sekjen DPP JOIN:  Adanya Oknum Polisi Intimidasi Jurnalis, Tindakan itu Bisa Merusak Citra Polisi



Portalindo.co.id, Kendari Sultra – Sekretaris Jenderal (Skejend) DPP Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Julhan Sifadi mengatakan, intimidasi yang dilakukan Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Iptu Baharuddin Suppu terhadap tiga jurnalis di Kota Kendari ini bisa merusak citra Polri, yang selama ini telah sukses dubangun oleh Kapolri Tito Karnavian.


Olehnya itu, kata Julhan, setiap oknum yang terbukti menghalang-halangi tugas wartawan maka wajib ditindak lanjuti berdasarkan undang-undang pers agar tidak terulang lagi.

Diungkapkannya, dalam undang-undang Pers sangat tegas dikatakan, bahwa siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan, dimana sipelaku dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah.

“Pada pasal 18 undang-undang Pers berbunyi, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3, terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah,” ujar Julhan Sifadi, Jumat 19 Oktober 2018.

Ditambahkannya, pada pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.

Seharusnya, lanjut Sekjend DPP JOIN, pada level polsek sebagai corong utama citra polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, harus memberikan layanan terbaik. Bahkan, kalau perlu service excelent sebagaimana harapan Kapolri. Karena pada level Polda sultra, selama ini sudah sangat baik memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Yah. janganlah dirusak oleh level dibawahnya. Seharusnya jika Kapolri dan Kapolda Sultra sudah memberikan layanan yang terbaik, pada tataran bawah di Polsek harus sangat baik lagi. Jangan justru sebaliknya,” pungkasnya. (R)

Tidak ada komentar