Header Ads


Breaking News

Peristiwa Pembakaran Kantor Polisi Di Aceh,Oknum Polisi Dan Pembakar Di Periksa



Portalindo.co.id,Jakarta - Kematian seorang tersangka narkoba yang menyulut pembakaran Polsen Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh diselidiki. Polda Aceh dipastikan melakukan otopsi terhadap jenasah tersangka kasus narkoba. Sehingga, akan diketahui apakah dugaan kekerasan terjadi hingga membuat tersangka meninggal dunia.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa penyebab kematian tersangka narkotika itu penting dalam mengungkap apa yang terjadi dalam proses penangkapan tersebut. ”Semua tentu perlu mengetahui penyebabnya,” ujarnya.

Dengan diketahui penyebab kematiannya, maka akan juga dievaluasi bagaimana prosedur yang ditempuh penyidik dalam rangka pemeriksaan, pengembangan dan penangkapan terhadap tersangka. ”Apakah prosedur dijalankan atau tidak,” paparnya.

Hari Ini Kapolda Aceh dipastikan turun ke Polsek Bendahara, tujuannya untuk memastikan proses penangannya dilakukan secara komprehensif. ”Juga untuk menenangkan massa, kapolda hadir,” papar jenderal berbintang satu tersebut.

Dia menuturkan bahwa tidak hanya oknum kepolisian yang akan dijerat hukum. Namun, juga pelaku pembakaran harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Polri akan berlaku seimbang terhadap permasalahan tersebut. ”Kapolsek dan oknumnya kita mintai keterangan, kami koordinasi ke masyarakat untuk warga yang merusak dan membakar,” tegasnya.

Apakah kapolsek dan oknum sudah dipastikan lalai, dia menjelaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan Propam Polda Aceh terhadap kapolsek dan anak buahnya. ”Kami amankan dulu untuk mempercepat proses pemeriksaan,” ungkapnya.

Sementara Direktur Eksekutif Partnership Advancing of Democracy and Integrity M. Zuhdan menuturkan, kebiasaan-kebiasaan kekerasan dalam menangani kasus oleh oknum Polisi itu jelas merugikan. Kekerasan itu bukan berarti tidak berdampak, pembakaran oleh warga ini salah satu bukti bahwa kekerasan dalam penanganan kasus berdampak besar.

”Maka, tradisi kekerasan harus dihentikan,” jelasnya.

Menurutnya, tradisi kekerasan ini menjadi salah satu penyebab utama kepercayaan publik terhadap Polri tergerus. Maka, untuk memperbaiki kepercayaan publik, kekerasan harus ditinggalkan. ”Ini urgen,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang tersangka narkotika yang kedapatan membawa 1 gram sabu dibekuk. Namun, ternyata tersangka tersebut meninggal dunia di polsek bendahara. Polisi sempat menyebut ada perlawanan dari tersangka.(Guntur)

Tidak ada komentar