Header Ads


Breaking News

Para Sopir/Helper PT. TSP - CLUB Berunjuk Rasa Dengan 4 Tuntutan


Foto : Pengunjuk rasa di depan kantor PT. TSP - Club Takalar



Portalindo.co.id. Takalar - Ratusan karyawan PT. TSP - CLUB Takalar melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang perusahaan, Senin (01/10/2018) pukul 15.30 Wita.

Para pengunjuk rasa yang terdiri dari para sopir / helper perusahaan PT. TSP-CLUB Takalar datang dengan membawa spanduk yang bertuliskan,

“Kami Mohon Keadilan, dan “Kemana Nasib Buruh/Helper, ” selain itu  pengunjuk rasa menuntut kepada perusahaan tempat mereka bekerja

1). Menolak sistem gaji borongan/sistem retas.
2). Penggajian tetap dengan sistem bulanan
3). harus ada pengangkatan karyawan tetap, minimal kerja 5 tahun
4). setiap pengalihan dari perusahaan yang satu ke Perusahaan lain selama ini tidak ada pesangon sepeserpun.

H. Mansyur dg. Taba sebagai Ketua pembawa aspirasi para sopir/helper kepada awak media mengatakan bahwa sebelum pengalihan mitra kerja dari PT. Orsindo Mitra Kerja kepada PT. Sumber Dian Mandiri, sistem penggajian karyawan di lakukan dengan sistem penggajian bulanan, namun setelah beralih ke PT. Sumber Dian Mandiri sistem penggajian dirubah dengan sistem borongan/sistem retase, ini yang kami tidak terima dan sangat merugikan kami, dan ditetapkan secara sepihak dan mengancam kami yang tidak setuju silahkan angkat kaki, jadi yang kami inginkan agar sistem penggajian dikembalikan ke sistem bulanan,” tegasnya.

Sementara itu Line Manager PT.  TSP-CLUB Takalar, Budi mengaku sangat kaget dengan kehadiran para sopir/ Helper yang melakukan unjuk rasa di depan pintu pabrik, menurutnya kisruh ini berawal sejak pemutusan kontrak kerjasama dengan PT. Orsindo Prima Jaya yang berakhir sejak 31 September kemarin, dimana mitra kerja PT. TSP-CLUB Takalar yang baru yaitu PT. Sumber Dian Mandiri merubah sistem penggajian bulanan kesistem borongan/Retase dan ini tidak diterima para sopir/Helper.

“Kami sudah menjembatani masalah ini dengan melakukan sosialisasi lebih awal, namun para sopir/helper tidak dipahami secara mendalam dan meninggalkan ruangan,” Tutupnya.(syam)

Tidak ada komentar