Header Ads


Breaking News

Kata,,,JOIN Kendari Laporkan dan Penjarakan Soal Intimidasi Terhadap Jurnalis Kendari Sultra



Portalindo.co.id, Kendari Sultra – DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari mengecam sikap arogansi oknum anggota Polri, yang bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Mandonga, dengan mengintimidasi tiga jurnalis saat melakukan peliputan atas suatu kasus yang ditangani Polsek Mandonga.


Dimana, dalam kejadian tersebut, oknum anggota polisi itu meminta untuk menghapus video atau foto hasil peliputan.

Ketua Bidang Advokasi DPD JOIN Kendari, Wiwid Abid Abadi mengatakan, bahwa tindakan oknum polisi tersebut sudah melanggar Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Dimana, kata dia, pasal 18 ayat 1 berbunyi, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tidakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat 2 dan 3, dipidana dengan pidana penjara 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00.

Lebih lanjut, Wiwid menjaskan, aadapun penjelasan pasal 4 ayat 2 berbunyi : terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran,pembredelan atau pelarangan penyiaran.

“Dan menurut saya, apa yang dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek Mandonga sudah melanggar hukum. Saya menyarankan agar teman teman jurnalis yang menjadi korban agar melaporkan kejadian tersebut ke penegak hukum, agar di proses secara pidana dan oknum pelaku bisa dijebloskan ke penjara,” tegas Wiwid, Jumat 19 Oktober 2018.

“Kan ada saksi, ada bukti foto atau mungkin video saat oknum polisi itu membentak teman teman wartawan, dan menyuruh menghapus hasil liputan. Apalagi yang ditunggu, penjarakan saja agar ada efek jera,” lanjutnya.

Wiwid menilai, kekerasan secara fisik maupun verbal sudah banyak terjadi di Sultra. Namun tak ada satu pun kasus yang masuk sampai ke ranah pengadilan. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terhadap kebebasan pers di Sultra.

“Kalau tidak dilaporkan dan diseret ke meja hijau. Kejadian ini tak akan menjadi efek jera bagi oknum lainnya. Dan jika hal seperti ini dianggap enteng, maka bisa dipastikan dilain waktu kejadian yang sama akan terulang.

Namun demikian, mantan aktivis HMI ini juga mengingatkan kepada seluruh rekan jurnalis agar tetap taat terhadap kode etik jurnalistik dalam setiap melakukan peliputan. (R)

Tidak ada komentar