Header Ads


Breaking News

JOKO WIDODO : MEMBERI PESAWAT KETIKA DIMINTA SEPEDA


Oleh : Yuda Pramono Andi*


Portalindo.co.id, Jakarta - Dalam setiap tahun masa kepemimpinan seorang presiden, masyarakat pasti menilai perkembangan kinerjanya. Semua orang pasti membandingkan realita yang diterima dengan janji-janji yang diberikan oleh pasangan tersebut ketika berkampanye. Tentu sebuah hal yang wajar dan justru wajib dilakukan oleh seluruh warga negara Indonesia yang peduli dengan kemajuan bangsa ini. Karena pada dasarnya, masyarakat itu sendirilah yang menjadi pengawas dan pengendali setiap pimpinan yang ada di Indonesia.



Masa kepemimpinan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia merupakan masa yang cukup sulit. Tidak cukup dengan tantangan pergerakan ekonomi dan politik dunia yang tidak stabil dan sering berdampak buruk, namun juga tantangan dari dalam negeri sendiri yang sangat banyak. Di masa-masa terakhir kepemimpinan Jokowi, tentu akan banyak penilaian dari masyarakat tentang prestasi Jokowi selama 4 tahun terakhir. Hal ini justru semakin viral dimana saat ini Joko Widodo kembali mencalonkan diri sebagai Capres dalam Pilpres 2019 mendatang. Jika sebelumnya kritik yobjektif yang diharapkan, namun hanya ada kritik yang muncul berdasarkan posisi di pihak mana dia berada.

Banyak kritikan kosong yang disebarkan oleh para pembenci Jokowi tanpa memperhatikan prestasi apa yang telah dilakukan. Hal ini diperparah lagi dengan kemunculan media sosial, dimana justru orang-orang menyebarkan pemberitaan yang kurang valid tanpa berpikir panjang. Banyak orang menyorot beberapa janji kampanye Jokowi yang mungkin tidak terlaksana dengan maksimal karena tujuan memenuhi prioritas yang lain.

Salah satu contoh yang viral dibahas adalah buy back Indosat. Topik ini merupakan topik yang sangat sering dibahas dalam berbagai forum diskusi di media sosial. Namun apakah masyarakat yang menagih janji itu sadar bahwa Joko Widodo telah memberikan yang jauh lebih dari pada itu. Sejujurnya, jika dibahas mengenai prestasi Jokowi, akan membutuhkan waktu panjang melihat banyaknya prestasi yang dimiliki dalam 4 tahun masa kepemimpinannya.

Dari semua hal yang paling mencolok adalah pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Dalam 4 tahun masa kepemimpinan, Jokowi telah meresmikan sejumlah jalan tol, jalur tol laut, waduk, dan masih banyak daftar infrastruktur lainnya. Jika masyarakat benar-benar pintar dan objektif, mereka akan sadar bahwa semua pembangunan itu akan berdampak pada jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Namun lagi-lagi para pembenci tidak peduli dengan itu dan hanya peduli dengan masalah kecil seperti buy back Indonsat. Sungguh miris melihat pola pikir masyarakat yang masih banyak diselimuti kebencian semata.

Memang sosok Jokowi hanyalah seseorang yang terlihat kurus dan kurang meyakinkan, namun dibalik penampilan itu beliau dengan gagah berani membubarkan Petral, yang selama beberapa tahun telah menggerogoti uang rakyat tanpa membuahkan hasil yang jelas. Perlu diketahui bahwa Petral ini telah banyak merugikan negara, dan hanya seorang Jokowi mampu membubarkan Petral walau banyak yang menentang dari sejumlah oknum. Siapa oknum itu??? Pastinya oknum yang merasa rugi dengan pembubaran Petral.

Lalu, isu apa lagi yang akan disebarkan dari kebencian semata dari oknum-oknum pemecah belah Indonesia? Masalah kesejahteraan? Masyarakat Indonesia perlu sadar bahwa faktanya, baru di zaman pemerintahan Jokowi diberlakukan “BBM satu harga”. Jadi, saudara-saudara di wilayah timur tidak lagi membeli BBM dengan harga 50.000 rupiah. Tidak hanya demikian, pembangunan juga tidak lagi terpusat di pulau Jawa dan Sumatera saja, semua sudah mulai dialihkan ke pulau lain seperti Kalimantan, Papua dan Sulawesi. Jika masih ada yang bilang Jokowi tidak adil, mungkin kebencian dalam hatinya sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Di sisi ekonomi? Mungkin benar bahwa rupiah melemah. Namun itu terjadi hampir kepada semua mata uang di dunia. Tapi coba kita lihat, beberapa lahan ekonomi potensial yang sebelumnya dikuasai asing telah diambil alih era kepemimpinan Jokowi. Blok Rokan di Riau, Blok Mahakam di Kalimantan, hingga yang paling akbar, Jokowi mampu mengambil alih saham Freeport sebanyak 51 %, sungguh hal yang tidak pernah dilakukan pimpinan Indonesia sebelumnya. Dia tidak takut dengan ancaman negara luar, dia juga tidak takut dengan Amerika ketika dengan tegas mengambil alih saham Freeport.

Masih ada banyak prestasi lain dari seorang Joko Widodo yang belum disebutkan dalam tulisan ini. Tetapi pada kenyataanya akan terus ada oknum yang memprovokasi bahwa Jokowi tidak kompeten. Saya yakin masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang pintar, namun masih banyak diantara kita yang dibodohi dan diprovokasi oleh oknum yang tiak ingin Indonesia maju .

Jika masih ada yang mempertanyakan prestasi dan kompetensi seorang Joko Widodo, mereka adalah orang-orang bodoh yang memaksa meminta sepeda sederhana ketika diberikan pesawat oleh seorang Jokowi.
*) Pengamat Politik
Laporan Ida

Tidak ada komentar