Header Ads


Breaking News

Diduga Pendidikan Dijadikan Ajang Pungli


KAYUAGUNG (portalindo.co.id)-- Dengan kelicikan sehingga segala cara untuk memperkaya diri dilakukan kepsek SDN 2 Sukapulih, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, yang diduga melakukan pungutan liar terhadap para siswa dengan dalih pungutan pengambilan ijazah sebesar Rp. 50.000 dan pembangunan pagar sebesar Rp. 70.000. 

Bahwa setelah ketua perwakilan LSM LIBRA Kabupaten OKI, Siti Aisyah menyampaikan prihal  tersebut kepada Sekretaris Dinas pendidikan kab OKI, barulah Kepsek SDN 2 Sukapulih, Apryanto S.Pd mengumpulkan para orang tua siswa kelas 1 s/d 6 pada hari Kamis 18 oktober 2018 guna mengadakan paparan.

Sementara, Siti Aisyah pada saat pertemuan ada di lokasi mendengarkan paparan Kepala Sekolah tersebut dan dalam pemaparannya, Kepala Sekolah mengatakan bahwa niat baik sekolah dipermasalahkan LSM LIBRA, maka dalam hal ini Kepsek mengatakan akan mengembalikan uang tersebut ke para orang tua siswa, "ujar Siti sembari menirukan apa yang diungkapkan Kepala Sekolah saat itu.

Setelah kepala sekolah menyampaikan paparannya maka ketua LSM LIBRA Kab OKI menyampaikan kepada orang tua siswa bahwa apa yg dikatakan kepala sekolah tersebut adalah bohong besar, hal Pungli dilakukan Kepala Sekolah karena untuk memperkaya diri, bukankah dalam hal ini Negara sudah menanggung biaya pendidikan.  "ditambahkan Siti Aisyah lagi bahwa pembangunan pagar bukan menjadi tanggungjawab orang tua siswa, "jelasnya.

Masih dikatakan Siti pula bahwa SD Negeri 2 Suka Pulih tidak transparan dalam penggunaan Dana BOS. yang lebih anehnya lagi komite sekolah adalah salah satu guru di SD N 2 Sukapulih itu sendiri, seperti yang kita ketahui bahwa seorang Komite Sekolah seharusnya bukanlah dari ASN.

Ditegaskannya lagi oleh Siti, Dinas Pendidikan yang dalam hal ini Sekretaris Dinas, Imam Tohari selaku manager BOS dalam bertindak sangat lemah, hal ini terlihat tidak ada sanksi apapun yg diberikan kepada Kepala Sekolah bahkan beberapa kasus yg di laporkan LIBRA tapi tidak ada tindakan apapun, "tutupnya.

Terkait hal ini Sekretaris Dinas Pendidikan OKI, saat ditemui oleh Tim namun belum bisa dikonfirmasi. 
(g-wijaya/tim)

Tidak ada komentar