Header Ads


Breaking News

Terjual, 30.000 MT Ore Nikel Oleh Saut Sitorus, Pemilik Lahan Tuntut Haknya Untuk Selesaikan Pembayaran Royalty 3$ at Rp.1.341.000.000,-





Kendari, Portalindo.co.id -- Sebanyak 30.000 MT Ore Nikel yang terdapat di jetty kelurahan mata kota kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), telah dilakukan penjualan oleh Saut Sitorus, masyarakat pemilik lahan tuntut haknya sebab sampai saat ini belum menyelesaikan kewajiban pembayaran kompensasi dan royalty sebanyak 3$ MT atau Rp. 1.341.000.000,- kepada masyarakat pemilik lahan.


Napoleon, salah satu warga dunggua konawe juga merupakan pemilik lahan tambang ore, membenarkan adanya penjualan Ore Nikel yang dilakukan oleh Saut Sitorus sebanyak 4 tongkang dengan jumlah 30.000 MT, akan tetapi belum pernah melakukan pembayaran kompensasi dan royalty kepada pemilik lahan. Ujarnya kepada awak media Portalindo (10/9/2018)


Lanjutnya, Ore Nikel tersebut yang diangkut ke jetty mata maupun Ore Nikel yang berada di stock file merupakan hasil olahan perusahan PT. Multi Bumi Sejahtera (MBS), sebelum Saut Sitorus membeli saham PT. Multi Bumi Sejahtera (MBS) serta Saut Sitorus berjanji akan membayar kompensasi dan royalty kepada masyarakat pemilik lahan sesuai surat berita acara perjanjian tentang pembayaran royalty sebanyak 3$ per MT atau Rp. 1.341.000.000.Terangnya Napoleon


"Saut Sitorus, tidak mengindahkan janjinya sesuai surat berita acara perjanjian tentang pembayaran royalty sebanyak 3 $ yang telah disepakati namun tidak pernah diselesaikan kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan" Paparnya


Anehnya lagi, belum diselesaikan pembayaran royalty, tiba-tiba pihak Saut Sitorus melakukan pembangunan basecam untuk kegiatan pertambangan selanjutnya di lahan masyarakat dunggua kecamatan amongedo, namun masyarakat melarang dan menghalangi pihak Saut Sitorus untuk beraktivitas. Tegasnya Napoleon

"Kami masyarakat pemilik lahan tidak akan membiarkan melaksanakan kegiatan pertambangan sebelum Saut Sitorus menyelesaikan kewajibannya membayar kompensasi dan royalty" Tuturnya

Olehnya itu, masyarakat  pemilik lahan sangat kecewa dan kesal atas tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Saut Sitorus sebab tidak menepati janjinya. Ucapnya

"Atas perbuatan dan kebohongan yang dilakukan oleh Saut Sitorus, akhirnya masyarakat pemilik lahan yang diwakili oleh Napoleon, sejak tanggal 6 september 2018 melaporkan ke pihak kepolisian Polda Sultra, untuk dilakukan langkah penindakan secara hukum terhadap Saut Sitorus. Pungkasnya Napoleon

Laporan Darman

Tidak ada komentar