Header Ads


Breaking News

Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Berencana Gelar Acara Mancin Bersama Di Yogyakarta,Aktivis Pencinta Sungai Kecam



Portalindo.co.id - Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Untuk Kemuliaan Indonesia (Rejomulia) berencana menggelar acara mancing bersama di sepanjang Selokan Mataram, Yogyakarta, Minggu (9/9). Menurut rencana, 10 ton ikan lele akan disebar di sepanjang Selokan Mataram dan nantinya akan dipancing bersama-sama dengan warga.

Sekjen Rejomulia, Andreas Andi Bayu mengatakan, acara mancing bersama ini untuk memeringati momentum bersejarah Amanat 5 September 1945 yaitu bergabungnya Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Acara tersebut, kata Andreas, diperkirakan akan melibatkan 30 sampai 50 ribu pemancing di sepanjang Selokan Mataram yang panjangnya mencapai 20 kilometer.

"Kegiatan mancing ini tujuannya supaya masyarakat senang-senang. Membuat perekonomian di sekitarnya seperti ibu-ibu bisa jualan. Ibaratnya menjelang pemilu katanya tegang, kita ciptakan yang adem dan senang-senang saja. Acara ini juga dalam rangka memperingati 5 September mengenang Sultan Hamengku Buwono IX terkait pembangunan Selokan Mataram," ujar Andreas saat dihubungi, Sabtu (8/9).

Namun, acara mancing bersama dengan 10 ton ikan lele ini mendapatkan kecaman dari sejumlah aktivis masyarakat pecinta sungai. Komunitas yang menamai diri sebagai Solidaritas Gotong Royong Peduli Sungai (Sego Pelus). Sego Pelus sendiri terdiri dari komunitas Wild Water Indonesia Yogyakarta (WWI), Forum Edukasi satwa dan Tumbuhan (Forest), Yayasan Kanopi Indonesia, dan Moray Eel Indonesia (MEI).Dalam siaran persnya, Divisi Advokasi Forest, Hanif Kurniawan mengecam aksi pelepasan 10 ton ikan berjenis lele dumbo di Selokan Mataram. Menurutnya ikan lele dumbo adalah ikan invasif asing yang bisa mengganggu habitat asli Indonesia.

Hanif menjabarkan, berdasarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam buku Jenis Ikan Introduksi dan Invasif Asing di Indonesia, ikan lele dumbo termasuk ikan introduksi dan invasif asing. Sedangkan jika mengacu pada Permen KP No. 41 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri Ke Dalam Wilayah Negara Repubik Indonesia, lanjut Hanif ikan yang masuk kategori invasif seharusnya diserahkan dan dimusnahkan.

"Pengalaman buruk di Sumatera dan Sulawesi ini tentu tidak harus ditiru di Yogyakarta yang Istimewa ini hanya demi Ikan lele dumbo karena jelas merupakan Pencemaran dan Perusakan lingkungan. Dengan melihat dan mendasarkan atas analisa LIPI dan juga Tata Cara pelepas liaran (restokking) ikan versi Kementerian Kelautan dan Perikanan tesebut maka kegiatan pelepas liaran 10 ton lele dumbo di ekosistem Selokan Mataram sudah sepantasnya kita tolak," tegas Hanif.(kwl/Kbr)

Tidak ada komentar