Header Ads


Breaking News

Deklarasi Menolak Hoax dan Gotong Royong Mempublikasikan Kemajuan Pembangunan Daerah Perbatasan




JAKARTA, - Komunikonten sebuah lembaga kajian media sosialndan diplomasi menginisiasi diskusi media bertema "Partisipasi Publik Dalam Publikasi Capaian Pembangunan Daerah Perbatasan oleh Pemerintah Indonesia” bersama narasumber Drs. Indra Purnama (Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara - Badan Nasional Pengelola Perbatasan), Eddy Ganefo(Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia), Dr. Adrina Elisabeth, M.Soc.Sc. (Peneliti Senior LIPI) dan Alfi Rahmadi, (Direktur Infokom Institut Studi Strategi Indonesia) di Kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Dalam kesempatan tersebut, Indra Purnama mengatakan wilayah perbatasan selama ini menjadi isu yang tidak menarik bagi kalangan populer. Namun, pemerintah Jokowi secara serius mengoptimalkan pembangunan di wilayah perbatasan. Sayangnya, pemberitaan hoax membuat masyarakat dan banyak kalangan tidak percaya terhadap kerja keras pembangunan selama ini.

“Pembangunan wilayah perbatasan di negara Indonesia telah jauh lebih baik. Baik secara fisik, kualitas dan estetika pembangunannya. Ke depannya, akan ada optimalisasi dengan hadirnya lembaga di wilayah perbatasan untuk merespon secara cepat segala keperluan”, ujar Indra.

Sementara Adrina Elisabeth, Peneliti Senior LIPI mengatakan capaian pembangunan di Papua yang menjadi prestasi optimal adalah: Papuanisasi, infrastruktur konektivitas, perubahan sosial, keterbukaan Papua, kemiskinan yang menurun, pembangunan kawasan perbatasan RI-PNG. Pihaknya juga mengatakan pentingnya memahami keingininan Papua dan menyesuaikannya dengan kebutuhan yang ada.
“Model demokrasi di Papua harus dipelihara dan perlu diadaptasi melalui ruang-ruang diskusi”, ujar Adrina.

Selain itu, menurut Eddy Ganefo, Ketua KADIN, mengatakan pembangunan wilayah perbatasan penting untuk: mengamankan perbatasan, mensejahterakan masyarakat perbatasan, serta memajukan wilayah perbatasan sehingga mampu menarik roda perekonomian.
“Pembangunan wilayah perbatasan diera pemerintah Jokowi sudah sangat optimal dan dampak positif nya telah kita rasakan”, ujar Eddy.

Meski pembangunan telah optimal, menurut Alfi Rahmadi, Direktur Infokom Institut Studi Strategi Indonesia, komentar pembaca didominasi pendapat kosong, artinya minim respon dibandingkan dengan pemberitaan isu lainnya.
“Nawacita telah mendukung pemerataan kesejahteraan dan kemajuan seluruh wilayah di Indonesia. Publisitas media saat ini menunjukkan pemerintah Jokowi serius membangun perbatasan”, ujar Alfi.

Dalam akhir diskusi, Komunikonten mengajak "Deklarasi Menolak Hoax Dan Gotong Royong Mempublikasikan Kemajuan Pembangunan Daerah Perbatasan", yang berisi kesepakatan untuk siap berpartisipasi dalam publikasi kemajuan pembangunan daerah perbatasan, menolak segala bentuk berita hoax yang merugikan kemajuan pembangunan daerah perbatasan. serta mendukung penuh keberlangsungan pembangunan daerah perbatasan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia.

Tidak ada komentar