Header Ads


Breaking News

Ada 6 Kesepakatan Yang Berhasil Ditandatangani Saat  Kunjungan Presiden RI Joko Widodo Di Korea Selatan



Portalindo.co.id - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan, pada 10-11 September 2018.Kunjungan kenegaraan ini menghasilkan enam kesepakatan atau Memorandum of Understanding(MoU) yang telah ditandatangani.


dari website resmi Sekretariat Kabinet RI, kesepakatan ini didapat dari pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan delegasi Pemerintah Republik Korea (Korsel) yang dipimpin oleh Presiden Moon Jae-in.


Ada enam MoU yang ditandatangani para menteri terkait di hadapan Presiden Jokowi dan Presiden Moo Jae-In, di Blue House, Istana Presiden Korsel, Seoul, Senin (10/9/2018) siang.

Keenam MoU itu adalah:

MoU tentang Keimigrasian ditandatangani oleh Menlu RI dan Menteri Kehakiman Korsel;MoU tentang Kerjasama Perekonomian ditandatangani oleh Menlu RI dan Menteri Perindustrian dan Energi Korsel;MoU tentang Kerjasama Administrasi Kepegawaian ditandatangani olej Menteri PANRB dan Menteri Manajemen Kepegawaian Korsel;MoU tentang Pertukaran dan Kerjasama bidang Legislasi ditandatangani oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Legislasi Korsel;MoU tentang Kerjasama Keamanan Lalu ditandatangani oleh Menlu RI dan Komisioner Jenderal Korean Coast Guard; danMoU tentang Kerasama Revolusi Industri 4.0 ditandatangani oleh Menteri Perindustrian RI dan Kepala Dewan Penelitian Ekonomi Korsel.

Sebelumnya, melalui akun Instagram @jokowi, pada Minggu (9/9/2018), Jokowi menyebutkan, dirinya bertolak ke Seoul, Korea Selatan, sebagai kunjungan balasan atas lawatan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, ke Indonesia pada 2017 lalu.Ia menyebutkan, kunjungan ini juga bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan.

Selain itu, Jokowi menerangkan, dalam kunjungan kenegaraannya ke Korea Selatan ini, ia dan Presiden Moon Jae-In akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara, apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Ia juga menyebutkan akan melanjutkan perjalanannya ke Hanoi, Vietnam untuk kunjungan kenegaraan dan menjadi pembicara dalam World Economic Forum on ASEAN. Pengamat Politik Nilai Kubu Prabowo-Sandi Harus Jatuhkan Sanksi ke Demokrat, Sekjen PSI: Apa Berani?

"Bertolak menuju Seoul, Korea Selatan, hari ini dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Ini kunjungan balasan atas lawatan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In ke Indonesia tahun 2017 lalu.
Bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan, saya dan Presiden Moon Jae-In akan membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara, apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

Dari Korea Selatan, saya akan melanjutkan perjalanan ke Hanoi, Vietnam, untuk kunjungan kenegaraan dan menjadi pembicara dalam World Economic Forum on ASEAN.Mohon doa dari seluruh rakyat, semoga perjalanan saya ini membawa berkah dan kemaslahatan bagi Indonesia," tulis Jokowi.

Disindir Denny Siregar, Partai Gerindra: Tidak Percaya Diri Sama Dapurnya Sendiri Ya?
Sabtu (8/9/2018), Jokowi mengatakan bahwa kunjungan ke Korea Selatan akan diisi dengan pembahasan peningkatan kerjasama kedua negara.

Rencananya kerjasama yang akan dijalin yakni bidang ekonomi, investasi dan hubungan baik generasi muda kedua negara.Setelah kunjungan kenegaraan ke Seoul, Korea Selatan, Jokowi akan langsung melanjutkan perjalanan ke Hanoi, Vietnam.

Beberapa pejabat yang mendampingi Jokowi dalam kunjungan kenegaraan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong.
Jokowi dan rombongan diagendakan tiba kembali di Jakarta pada 12 September 2018.(Red)

Tidak ada komentar