Header Ads


Breaking News

Penembakan Polisi Di Cirebon Di Duga Motif Balas Dendam,Kapolri Jenderal Tito Karnavian Menyebutkan



Portalindo.co.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan motif penembakan polisi di Cirebon diduga merupakan aksi balas dendam oleh salah satu anggota Jamaah Ansharut Daulah atau JAD."Motifnya sudah kami ketahui, diduga karena balas dendam," ujar Tito saat ditemui, di RS Bhayangkara, Jakarta Timur, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurut Tito, pelaku berinisial R diduga balas dendam karena sebelumnya sang mertua ditangkap Densus 88 antiteror beberapa waktu lalu.R merupakan warga RW 01 Kanggraksan Utara, Kota Cirebon. Menurut Ketua RW 01 Mayko Anwar, R, 24 tahun, merupakan salah seorang warganya. "Dia menantu dari AS yang diamankan Densus 88 di kawasan Perumnas, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti Juli lalu," ungkap Anwar, Ahad, 26 Agustus 2018.

Anwar mengatakan R sehari-hari berjualan gorengan dari pagi hingga sore di daerah Pusat Grosir Cirebon (PGC) Kota Cirebon.R terdata sebagai warga di daerah tersebut setelah menikah dengan NB, istrinya, sejak 2016 lalu.Menurut Tito Karnavian, R sampai saat ini masih buron. Polisi mengerahkan 100 orang anggotanya untuk memburu pria tersebut. Jejak terakhir R diketahui saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Salawi, Cirebon. Saat itu R mengaku menjadi anggota Polri mengalami luka tembak untuk diobati.

Tito menambahkan kepolisian telah mengetahui sejumlah pergerakan R, termasuk anggota keluarga R. "Intinya semuanya sudah terpetakan, 100 personil sudah melakukan pengejaran," ujarnya.

Penembakan polisi ini terjadi pada dua anggota polisi jalan raya Kepolisian Daerah Jawa Barat Ajun Inspektur Satu Dodon dan Ajun Inspektur Satu Widi. Keduanya ditembak orang tak dikenal di ruas tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon pada Jumat malam 24 Agustus 2018.Setelah sempat dirawat beberapa hari, Aiptu Dodon meninggal karena luka tembak di tubuhnya. Adapun Widi masih dirawat. Keduanya mendapat kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Inspektur Dua.
(Angga Saputra)

Tidak ada komentar