Warga Di Maros Sulsel Resah Dengan Ulah Truk Berkapasitas Banyak,Jalan Di laluinya sangat Sempit
Cari Berita

Warga Di Maros Sulsel Resah Dengan Ulah Truk Berkapasitas Banyak,Jalan Di laluinya sangat Sempit

Friday, July 20, 2018

Foto Kondisi jalan di dusun bugis desa tenrigangke,kecamtan mandai,Kabupaten Maros,Provinsi Sulawesi selatan.(Portalindo.co.id)


Portalindo.co.id, Sulawesi Selatan - Warga Dusun Bugis, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Maros, mengeluhkan dengan adanya sejumlah truk tambang yang melintas di jalan Poros Kariango, Jumat (20/7/2018).

Pasalnya, sopir truk Fuso pengangkut material tanah timbunan ugal-ugalan saat saat melintas. Bahkan truk tersebut terkesan penguasa jalan.Seorang warga, Fahmi mengatakan, truk ugal-ugal saat sementara mengangkut tanah maupun lagi kosong. Tanah yang diangkut, berhamburan di sepanjang jalan.

"Kami resah dengan ulah truk berkapasitas banyak. Sopir ugal-ugalan padahal kondisi jalan yang sempit dan ramai kendaraan. Truk itu seperti penguasa jalan," katanya.Warga sekitar yang memiliki anak, harus melakukan pengawasan ekstra ketat untuk menghindari adanya kecelakaan. Keberadaan truk hanya menyusahkan warga.

Selain warga, truk tersebut juga mengancam keselamatan pengendara lain. Sopir tidak mau mengalah dan berada di atas aspal jika kendaraan dari depan padat."Truk itu tidak mau turun dari aspal. Makanya pengendara lain harus mengalah dan berhenti demi menghindari kecelakaan. Sudah banyak mobil kecil yang rusak akibat truk," katanya.

Selain itu, setiap hari warga harus menghirup udara bercampur debu akibat truk. Padahal warga rutin menyiram badan jalan supaya debunya tidak terbang.Upaya warga untuk mencegah debu berterbangan gagal. Debu akan terbang masuk ke rumah warga jika sudah kering. Hal tersebut membuat warga harus menutup rapat pintu rumah.

"Setiap hari, kami hirup udara bercampur debu akibat truk tambang itu. Rumah terpaksa ditutup, karena debu terbang. Meski pintu ditutup, debu masih ada yang lolos masuk," katanya.Tebalnya debu yang beterbangan membuat warga kerap merasakan sesak nafas. Debu masuk ke dalam rumah dan mengotori perabotan.(Kbr)