PEMKAB BOGOR BUAT TEROBOSAN INOVASI PUBLIK.
Cari Berita

PEMKAB BOGOR BUAT TEROBOSAN INOVASI PUBLIK.

Wednesday, July 18, 2018


Portalindo.co.id,Jawa Barat - Langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membuat inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik kembali membuahkan hasil baik. Selain dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, inovasi yang dibuat oleh Pemkab Bogor memperoleh TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melalui program Sistem Pengujian Kendaraan Bermotor (Si Keren) pada Dinas Perhubungan dan program Utilisasi Dashboard untuk optimalisasi ketersediaan tempat tidur pada pelayanan rawat inap RSUD Ciawi.

Didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepal RSUD Ciawi, Nurhayanti berkesempatan untuk melakukan ekspose secara langsung di Kantor Kementrian PAN RB RI, Jakarta Selatan,(18/7/2018)

Dihadapan para panelis, Nurhayanti menjelaskan bahwa program Dashboard ketersediaan tempat tidur adalah suatu media untuk mengetahui ada atau tidaknya tempat tidur yang kosong pada suatu ruang rawat inap di RSUD Ciawi. Dengan adanya program tersebut, tentunya masyarakat yang keluarganya sakit mendapatkan kemudahan untuk melihat atau memilih tempat tidur yang kosong sesuai dengan kepersetaan dan penyakitnya.

“Ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Program ini juga dapat meningkatkan efektifitas waktu pelayanan serta transparansi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit ciawi dan tentunya dapat diakses langsung oleh institusi pelayanan kesehatan lainnya,” jelas Nurhayanti.

Kemudian untuk program selanjutnya, Nurhayanti menerangkan bahwa Program Si Keren merupakan suatu inovasi yang dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara baru dan berbeda serta memudahkan dalam pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Permasalahan tersebut diantara lain, banyaknya pemalsuan tanda bukti lulus uji, terjadinya pelangggaran dalam pengoperasian kendaraan, sulitnya mendapatkan informasi mengenai pengujian berkala kendaraan bermotor, keraguan keabsahan tanda bukti lulus uji, antrian yang panjang, kemudian lambatnya pemeriksaan tekhnis, dan terakhir sulitnya mencari data apabila terjadinya kehilangan tanda bukti.(Irma)