Massa Gelar Aksi "#2019TETAPJOKOWI",
Cari Berita

Massa Gelar Aksi "#2019TETAPJOKOWI",

Senin, 23 Juli 2018


BUNDA INDAH SAAT BERORASI DI ATAS PANGGUNG.(kwl/Kbr,Portalindo)


PORTALINDO.CO.ID – Massa aksi #2019TETAPJOKOWI di Medan, Minggu (22/7) menganggap, Presiden Joko Widodo adalah sosok yang rendah hati. Jokowi juga dianggap sudah banyak berbuat untuk Indonesia.
Pembangunan infrastruktur yang dilakukan di beberapa daerah juga menjadi alasan mendeklarasikan agar Jokowi menjadi Presiden RI untuk periode kedua. Selain itu, selama ini Jokowi tetap bertahan dengan segala fitnah yang dilemparkan kepadanya.

“Memilih Bapak Jokowi kembali menjadi Presiden Republik Indonesia yang kedua kali. Itu harapan-harapan kami yang hadir pada hari ini semuanya. Masyarakat khususnya Sumatera Utara sudah tahu,” kata Farida Hanum alias Bunda Indah, salah satu tokoh penggagas aksi, Minggu (22/7).Ketua Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) itu juga mengatakan, masyarakat harusnya merasa malu menghujat Jokowi. Karena jika pemimpin itu salah, harusnya diingatkan.

“Kita punya seorang pemimpin itu wajib kita bela. Jangan takut dengan kebenaran. Jangan kita diam karena kesalahan, tapi kesalahan itu bisa menjadi benar kalau kita menegur. Jadi di sini, kita membangun aliansi ini tidak lain tujuan mutlak adalah terhadap Bapak Jokowi menjadi presiden republik ini,” ujarnya.

Dia juga tidak memaksa masyarakat untuk memilih Jokowi. Namun yang pasti, dalam memilih pemimpin harus melihat rekam jejaknya. “Kami tidak pernah memaksa siapa pun untuk memilih. Contohnya hari ini adem-adem aja nggak ada saling menghujat satu sama lain,” katanya.Lebih jauh lagi, dia mengingatkan agar masing-masing kubu yang pro dan kontra tidak saling bergesekan. Sebab, yang terpenting dilakukan adalah membangun bangsa secara bersama-sama.

Untuk diketahui, hari ini ada dua aksi besar yang dilakukan dengan lokasi berdekatan. Pertama aksi deklarasi #2019GANTIPRESIDEN dan deklarasi #2019TETAPJOKOWI. Posisi kedua massa hanya dibatasi oleh barikade polisi.Seribuan lebih polisi mengawal aksi itu. Beberapa kendaraan taktis juga diturunkan. Aksi berjalan dengan kondusif dan berakhir pukul 12.00 WIB. (Kwl/Kbr)