Indonesia Gudang Talenta di Asia Tenggara
Cari Berita

Indonesia Gudang Talenta di Asia Tenggara

Monday, July 30, 2018


Oleh : Dodik Prasetyo 

Nama Lalu Muhammad Zohri mencuat kepermukaan setelah meraih medali emas di kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia. Zohri mengalahkan pesaing-pesaingnya di 100 meter putra dengan catatan waktu 10,18 detik. Dalam sekejab ia dianggap andalan Indonesia di cabang olahraga atletik pada Asian Games 2018 yang akan digelar pada 18 Agustus mendatang. 

Tapi apa hanya Zohri yang akan menjadi andalan Indonesia di ajang olahraga multievent terbesar di Asia itu nanti? Tentu tidak, masih banyak atlet-atlet muda Indonesia lainnya yang memiliki begitu banyak prestasi dan tidak kalah saing dengan atlet-atlet dari luar negeri. 

Salah satunya Sri Wahyuni, lifter angkat besi putri Indonesia ini meraih medali perak di Asian Games Incheon 2014 dan Olimpiade Rio 2016 lalu. Lifter berusia 23 tahun tersebut sudah meraih segudang prestasi. 

Pada seleksi nasional bulan Juni lalu Yuni panggilan Sri Wahyuni, bahkan berhasil melewati rekor juara dunia Chanu Saikhom Mirabai dari India. Sebelumnya angkatan terbaik Mirabai 196 kilogram dengan 86 kg snatch dan 110 kg clean dan jerk.

Sementara Yuni berhasil mencatatkan 198 kg dengan rincian 86 kg untuk snatch dan 112 kg untuk clean and jerk di seleksi nasional. Yuni salah satu atlet muda yang mengukir begitu banyak prestasi membanggakan. 

Sejak tahun 2013 lalu Yuni telah mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik ditingkat nasional maupun internasional. 
Pada tahun 2013, Yuni sudah meraih medali emas dari Islamic Solidarity Games (ISG) III di Palembang dan medali emas di SEA Games Myanmar. Di tahun 2017 lalu Yuni juga berhasil meraih medali emas di ISG IV Azerbaijan.

Di sektor bulutangkis Indonesia juga memiliki banyak atlet berbakat. Contohnya Kevin Sanjaya yang berpangsangan dengan Marcus Gideon di sektor ganda putra. Kevin baru berusia 22 tahun tapi ia sudah menjadi pebulutangkis terbaik di dunia di sektor ganda putra. 

Kevin bahkan juara All-England dua kali berturut-turut. Ia sudah memiliki banyak gelar di Turnamen Internasional. Pada tahun 2017 lalu ia juga menjadi Pemain Terbaik Putra versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).  

Di renang ada I Geda Siman Sudartawa yang meraih medali emas di SEA Games 2017 lalu dalam nomor gaya punggung 50 meter. Dalam ajang tersebut Siman nama panggilannya, juga mencatatkan rekor dengan catatan waktu 25,20 detik. Siman pun menjadi perenang gaya punggung tercepat di Asia Tenggara. 

Tidak hanya itu Siman juga meraih emas 4x100 estafet gaya ganti di SEA Games 2017. Dia turut meraih perak 100 meter gaya punggung dan perunggu 4x100 estafet gaya bebas. Selain Siman di cabang olahraga renang Indonesia juga memiliki Gagarin Nathaniel yang juga dikenal sebagai salah satu atlet muda berprestasi. 

Pada SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, ia sukses menyumbangkan satu medali emas untuk Indonesia. Gagarin yang baru berusia 19 tahun, meraih medali emas dari nomor 100 meter gaya dada putra. Dalam perlombaan itu, dia mencatatkan waktu 1 menit 01.76 detik.

Gagarin juga mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada  Islamic Solidarity Games (ISG) Azerbaijan 2017 lalu. Medali emas tersebut didapatkan Gagarin dari nomor 200 meter gaya dada putra. 

Di wushu ada Felda Elvira Santoso yang mempersembahkan medali emas di SEA Games 2017 lalu. Ia meraih posisi pundah di kategori Dao Shu. Pada ajang yang sama Felda juga mempersembahkan medali perak di nomor Gun Su. 

Felda juga mempersembahkan emas  di Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Rusia pada tahun 2017 lalu. Membuat Indonesia berhasil berada diperingkat ketiga di kejuaraan itu hanya kalah dari Cina dan Hong Kong. 

Indonesia juga memiliki atlet cabang olahraga taekwondo yang berprestasi di kancah internasional. Mariska Halinda menjadi atlet cabang taekwondo nomor kyoguri. Mariska mempersembahkan medali emas di SEA Games Malayasia 2017 lalu ia juga menjuarai Kazakhstan Terbuka, mendapatkan medali perak di Malaysia Terbuka dan Kejuaraan Asia.  

Sejak SEA Games 2017 lalu Mariska mencuat kepublik. Diberbagai ajang internasional ia selalu dianggap menjadi andalan bagi Indonesia terutama di kyoguri 53kg putri. Tentu harapannya Mariska bisa mempersembahkan prestasi terbaik di Asian Games 2018 mendatang.  

Di cabangan olahraga panahan Indonesia memiliki Riau Ega Agatha. Pemanah nomor 22 di dunia ini mencuat namanya setelah mengalahkan pemanah nomor satu di dunia Kim Woo-jin pada Olimpiade Rio 2016 lalu. Meski gagal meraih emas pada ajang tersebut tapi Ega terus mengharumkan nama bangsa di ajang-ajang lainnya. 

Ega mempersembahkan medali perak di Kejuaraan Dunia pada nomor beregu recurve. Duetnya dengan Diananda Choirunnisa juga berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di SEA Games 2017 lalu.

Masih banyak atlet muda Indonesia lainnya yang memiliki kesempatan dan peluang besar mempersembahkan medali di Asian Games nanti. Banyak atlet-atlet muda Indonesia yang sudah memberikan prestasi terbaik mereka untuk Tanah Air tercinta. 

Atlet-atlet Indonesia tidak kalah dengan atlet-atlet dari luar negeri. Sebelum menjalani multievent mereka juga kerapkali berprestasi di ajang-ajang internasional lainnya. Hanya saja tidak banyak diantara mereka yang mendapat ekspos atau mereka yang memang tidak terlalu ingin terlihat menonjol. 

Contohnya seperti Sri Wahyuni yang tidak mau terlalu diekspos oleh media. Meski prestasinya seringkali membuat orang terkejut. Olahraga yang ia tekuni memang bukan olahraga yang popular di Indonesia tapi prestasinya membuat orang sadar bahwa Indonesia juga memiliki talenta-talenta yang luarbiasa banyak. 

Kini yang dibutuhkan oleh atlet-atlet Indonesia hanya didukungan yang dari seluruh masyarakat Indonesia agar mereka bisa mempersembahkan hasil yang maksimal bagi negeri tercinta di Asian Games nanti. Sebab dukungan dan motivasi rakyat Indonesia akan membakar semangat mereka di setiap pertandingan yang akan mereka jalani.

•  Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)