Subdit Resmob polda menangkap Muncikari di Kalibata City
Cari Berita

Subdit Resmob polda menangkap Muncikari di Kalibata City

Sunday, May 6, 2018



Portalindo.co.id - Jakarta - Polda Metro Jaya Subdit Resmob Ditreskrimum mengungkap praktik prostitusi berkedok pijat tradisional di Apartemen Kalibata City. pelaku mulanya menjaring calon konsumen dengan menggunakan aplikasi WeChat. Ketika orang baru yang berada di wilayah apartemen, maka akan terdeteksi dan dikirimkan pesan langsung ke orang tersebut. Kemudian, setelah disetujui, sang muncikari berkomunikasi menggunakan WhatsApp dan menawarkan foto terapis."Ujar Wakil Direktur Kriminal Umum AKBP Ade Ary Syam

Setelah komunikasi by WhatsApp, disampaikan foto terapis. Harga 500 ribu per satu setengah jam, Fasilitas awal berkedok pijat tradisional." Fasilitas awal berkedok pijat tradisional. Sang konsumen lalu ditemui muncikari dan dibawa langsung ke unit apartemen Kalibata City yang telah disiapkan dan menemui terapis di kamarnya. Selain kamar, muncikari juga membekali konsumen dengan alat kontrasepsi.

Polisi menangkap dua orang muncikari yang beroperasi di dua tower berbeda pada Rabu 2 Mei lalu. Seorang 'Papi' berinisial H alias A (31), menjajakan layanan seks di Tower Akasia dan 'Mami' berinisial M alias R (35) biasa beroperasi di Tower Herbras.Muncikari ini membagi hasil Rp 300 ribu untuk terapis, dan Rp 200 ribu untuk mereka sendiri. Menurut pengakuannya, mereka baru beroperasi selama kurang lebih satu tahun di Kalibata City. Omset yang mereka hasilkan diduga mencapai ratusan juta.

"Mereka punya terapis maksimal 10, mereka operasi dari 09.00 pagi sampai 03.00 subuh," jelas Ade.



Kedua muncikari ini dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman kurungan satu tahun empat bulan, dan Pasal 506 dengan ancaman kurungan satu tahun. "Karena mereka memudahkan perbuatan cabul dan memiliki mata pencaharian sebagai muncikari," kata Ade.
Dia menuturkan, bukan kali ini saja pihaknya mengungkap praktik prostitusi di Kalibata City. Pada bulan Maret lalu, Subdit Ranmor mengungkap praktik penjaja seks yang disebarkan lewat mulut ke mulut. Ade mengaku selama ini mendapatkan bantuan dari pengelola apartemen untuk mengungkap praktik prostitusi di Kalibata City.
"Kita juga selama ini dibantu manajemen apartemen yang sama tujuannya dari dulu, kita dapat dibantu oleh pihak apartemen," tandas Ade.(Red)