Hujan Tiga Jam, Satu Rumah Warga Terendam Lumpur
Cari Berita

Hujan Tiga Jam, Satu Rumah Warga Terendam Lumpur

Wednesday, April 18, 2018



Portalindo.co.id, Morowali
Setelah diderah hujan sekitar tiga jam lamanya dengan intensistas yang cukup deras, satu rumah warga di Desa Korolama Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara Sulawesi Tengah tergenang banjir berlumpur setinggi betis, Selasa, 17 April 2018.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Kebakaran di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Daerah Morowali Utara, Supardi Karim,SE, pihak Damkar menerima informasi permintaan bantuan terhadap korban musibah tesebut dari Camat Petasia.

"Setelah mendapat info dari Pak Camat Defridas H. Sabola,  kami langsung menurunkan 16 personil dan dua armada untuk membantu warga setempat sekitar pukul 21:20 wita," kata Pardy Morut sapaan Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran, Selasa malam.

Kurang lebih  satu jam, personil Damkar bersama Pemerintah Kecamatan Petasia dan Pemerintah Desa Korolama serta warga sekitar bergotong royong membersihkan genangan air berlumpur di rumah keluarga Pettagading."Alhamdulillah, personil kita kembali pukul 22:20 wita rumah tersebut sudah bersih seperti semula," ucap Pardy.

Pihak keluarga korban genangan air berlumpur, sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terimakasi atas perhatian dan bantuan Pemerintah Daerah melalui Seksi Damkar dan Pemerintah Kecamatan yang dinilai cepat dan tepat dalam menanggapi musibah yang dialaminya.

"Pihak korban sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terimakasi atas respon cepat tanggap dan tuntas Pemerintah Daerah dan Pemerintah Kecamatan," tutur Pardy Morut menirukan penyampaian keluarga Pettagading.

Sementara soal musibah tersebut, menurut sejumlah informasi di lokasi kejadian bahwa beberapa tahun terakhir musibah banjir bercampur lumpur sudah sering terjadi, semenjak adanya aktifitas pertambangan nikel PT. Cocomen.

"Kami curiga kalau ini dampak pertambangan yang saat ini sementara break," ungkap warga sekitar yang meminta namanya tidak dimediakan.(Wardi)